Tuesday, November 29, 2011

IKLAN CIUMAN NETANYAHU-ABBAS DIPAJANG DI ISRAEL

Jika Teman-Teman Tidak Keberatan Tolong Di Like Pages Facebook Saya Ya Terima Kasih Sebelumnya
Loading

Iklan Benetton yang mengundang kontroversi (Foto.dok.Benetton)

TEL AVIV - Kontroversi mengenai iklan Unhate dari perusahaan pakaian ternama Benetton masih akan terus berlanjut. Iklan yang menampilkan beberapa pemimpin dunia saling berciuman ini, salah satunya akan dipasang di Israel.

Benetton sebelumnya membuat heboh dengan mengeluarkan seri iklan para pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden China Hu Jintao berciuman. Tetapi yang paling membuat kegemparan adalah foto ciuman dari Paus Benediktus XVI dengan Imam Masjid Al Azhar Syekh Ahmed el-Tayeb.

Akibat protes yang dilayangkan kepada Benetton khususnya yang memuat foto Paus Benediktus, iklan yang dimuat dalam ukuran besar itu diturunkan oleh pembuat pakaian jadi asal Italia.

Tetapi hal tersebut sepertinya tidak berlaku di Israel. Sebuah papan iklan di Kota tel Aviv yang memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, tampak jelas terpampang. Demikian diberitakan Daily Mail, Selasa (29/11/2011).

Iklan itu memperlihatkan Netanyahu dan Abbas yang selama ini berseteru, sedang saling berciuman. Saat pemasangan iklan dilakukan, banyak warga yang memperhatikan iklan tersebut.

Tetapi sepertinya warga Israel khususnya di Tel Aviv, dapat bereaksi lebih keras lagi melihat iklan tersebut. Bisa jadi rakyat Israel tidak terima perdana menteri mereka direndahkan. Hal serupa dikhawatirkan juga dirasakan oleh warga Palestina yang berada di Tel Aviv. Bukan tidak mungkin mereka akan memprotes keras iklan ini.

Memang awal munculnya iklan ini syarat dengan kontroversi. Sebelumnya pihak Vatikan tidak terima Paus dipermalukan. Menurut juru bicara Vatikan Federico Lombardi, penggunaan foto Paus sangat tidak dibenarkan dan akan mendapatkan sanksi hukum yang sangat berat.

Protes juga dikeluarkan oleh pihak Gedung Putih. Juru Bicara Gedung Putih Eric Schultz mengatakan, sejak dahulu Gedung Putih sangat tidak setuju penggunaan nama Presiden dan foto untuk kepentingan periklanan.

Hingga saat ini tidak ada komentar dari pihak kantor Perdana Menteri Israel ataupun dari pihak Presiden Abbas. Sementara iklan itu sudah terpampang dalam ukuran besar di tengah kota Tel Aviv.

Perusahaan Benetton memang sering membuat iklan-iklan dengan foto yang cukup kontroversial. Sebelumnya mereka sempat berharap iklan ini tidak akan menuai kecaman atau komentar dari pihak mana pun. Pada kenyataannya justru mengundang kontroversi.

0 komentar:

Masukan code imotion pada komentar anda agar lebih menarik di bawah ini contoh( :10 )
:10 :11 :12 :13 :14 :15 :17 :18 :19 :23 :26 :28 :30 :31 :32 :33 :34 :35 :36 :38

Post a Comment