Monday, December 26, 2011

INILAH BAKTERI PENYEBAB KEMATIAN 75 JUTA ORANG DI EROPA

Jika Teman-Teman Tidak Keberatan Tolong Di Like Pages Facebook Saya Ya Terima Kasih Sebelumnya
Loading

Black Death" atau 'Kematian Hitam' atau yang juga dikenal dengan sebutan "Wabah Hitam" adalah istilah yang mengacu pada pandemi pes hebat yang pertama kali melanda Eropa pada abad ke-14 (1347 – 1351) dan membunuh hingga dua pertiga populasi benua biru tersebut. Tragedi tersebut telah difilimkan oleh Christopher Smith dengan judul yang sama.

Nah, artikel ini adalah mengungkap penyebab kematian orang-orang tersebut.

Sebuah tim ilmuwan Jerman dan Kanada telah memastikan bakteri penyebab wabah "Kematian Hitam" (The Black Death) yang terjadi sekitar 600 tahun lalu. Wabah yang menyebabkan sepertiga warga Eropa tewas pada tahun 1348-1353 itu adalah bakteri Yersinia pestis.


Ilustrasi : Tragedi Kematian Hitam

Kematian 75 juta orang Eropa tersebut disebut "Kematian Hitam" karena kulit korban yang menghitam akibat pendarahan di bawah kulit (subdermal). Setelah sebelumnya masih diragukan oleh sejumlah kalangan bahwa kematian disebabkan bakteri Yersinia pestis, ilmuwan dari University of Tubingen Jerman dan Universitas McMaster Kanada telah mampu mengonfirmasi bahwa Yersinia pestis berada di balik wabah besar yang terkenal dalam sejarah tersebut sebagai "Great Mortality" atau Mortalitas Besar.

Hasil penelitian itu, seperti disiarkan Science Daily, Senin (29/8/2011) atau Selasa (30/8/2011) WIB, diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences. Tim peneliti internasional tersebut untuk pertama kalinya telah mampu memecahkan kode genom melingkar penting untuk menjelaskan virulensi atau tingkat keganasan bakteri Yersinia pestis. Hal ini disebut pPCP1 plasmid dan terdiri dari sekitar 10.000 posisi dalam DNA bakteri.

Sampel diambil dari kerangka sebuah pekuburan korban wabah di London, Inggris. Kelompok kerja di Tubingen dipimpin oleh Dr Johannes Krause menggunakan teknik baru "memancing molekul" dari enamel gigi dan sekuensing dengan menggunakan teknologi terbaru.

Dengan cara ini, fragmen yang terhubung ke dalam urutan genom panjang ternyata identik dengan bakteri patogen penyebab wabah. "Itu menunjukkan bahwa setidaknya hal ini bagian dari informasi genetik yang hampir tidak berubah dalam 600 tahun terakhir," kata Krause.

Para peneliti juga mampu menunjukkan bahwa DNA korban wabah dari pemakaman di London memang berasal dari abad pertengahan. Untuk melakukan itu, mereka memeriksa kerusakan pada DNA yang hanya terjadi dalam DNA tua.

"Tanpa diragukan lagi, wabah patogen dikenal hari ini sebagai Yersinia pestis juga penyebab wabah di abad pertengahan," kata Krause.

0 komentar:

Masukan code imotion pada komentar anda agar lebih menarik di bawah ini contoh( :10 )
:10 :11 :12 :13 :14 :15 :17 :18 :19 :23 :26 :28 :30 :31 :32 :33 :34 :35 :36 :38

Post a Comment