Thursday, April 12, 2012

Perjuangan Bocah SD Raih Prestasi Bulutangkis

Jika Teman-Teman Tidak Keberatan Tolong Di Like Pages Facebook Saya Ya Terima Kasih Sebelumnya
Loading

Habib Alfarizi
Animo warga untuk mengukir prestasi lewat olahraga bulutangkis masih terjaga. Bahkan untuk menjadi yang terbaik di sebuah kejuaraan, seorang pelajar Sekolah Dasar (SD), Habib Alfarizi rela menempuh perjalanan darat selama enam jam lamanya.

Habib merupakan pemain unggulan pertama Milo School Competition yang digelar di Jambi. Pelajar SD 100 Muara Bongo, Jambi itu tampil di babak penyisihan yang digelar, Senin, 9 April 2012.

Habib ditemani ibunya, S Saudah (43). Untuk sampai ke lokasi pertandingan di GOR Kotabaru, Jambi, mereka harus menempuh perjalanan darat selama enam jam dari kampungnya, Muara Bongo. Meski lelah, namun Habib berusaha memberikan yang terbaik.

Menurut Saudah, anaknya memang tidak ingin menyia-nyiakan Milo School Competition yang untuk pertama kali digelar di Jambi. Tekad Habib untuk bisa lolos ke Jakarta membuatnya tidak menghiraukan perjalanan yang melelahkan yang harus dilalui.

"Sebagai orangtua saya berharap yang terbaik bagi anak-anak saya. Kebetulan seluruh keluarga suka bulutangkis," kata Saudah.

Saudah menjelaskan bahwa Habib adalah anak bungsu. Dia tidak mau kalah dengan kakaknya, Arizko Asyuro yang pernah menjuarai nomor ganda sebuah kompetisi yang diikuti altet dari berbagai provinsi.

Habib sendiri sudah dikenalkan kepada olahraga bulutangkis sejak masih TK namun baru serius berlatih sejak kelas 3 SD. Awalnya, Habib berlatih lewat kegiatan esktrakulikuler di sekolahnya.

"Mudah-mudahan MILO School Competition di Jambi ini bisa membawa Habib ke Jakarta. Selama ini, prestasi Habib baru di tingkat daerah, untuk tingkat nasional sudah beberapa kali masuk, namun belum berhasil mendapatkan nomor,''ungkap Saudah.

Melihat animo anaknya yang cukup besar kepada bulutangkis, Saudah pun memberikan dukungan penuh. Saudah rela menemani anaknya mengikuti kompetisi hingga 14 April mendatang. Apalagi, anaknya harus membagi waktu antara sekolah dan mengikuti kompetisi.

"Aku tidak merasa lelah meski harus menempuh waktu 6 jam dari rumah ke Jambi. Yang penting aku bisa mengikuti kompetisi bulutangkis ini dan berjuang dengan keras agar bisa menjadi juara dan dikirim ke Jakarta," kata Habib.

0 komentar:

Masukan code imotion pada komentar anda agar lebih menarik di bawah ini contoh( :10 )
:10 :11 :12 :13 :14 :15 :17 :18 :19 :23 :26 :28 :30 :31 :32 :33 :34 :35 :36 :38

Post a Comment